Posted by: ukmapanza on: Desember 17, 2008
Kasus penolakan rumah sakit terhadap pasien penderita AIDS dikota Jakarta kembali terjadi. Akibat penolakan tersebut maka lima penderita AIDS meninggal dunia, karena tidak adanya penanganan dengan cepat. Hal itu disampaikan Ketua Forum LSM Peduli AIDS Jabodetabek, Imam Mulyadi di Jakarta pada hari Jum’at 23 Mei 2008 terkait dengan acara malam renungan AIDS Nusantara yang diadakan pada tanggal 24 Mei 2008. Imam mengatakan bahwa kasus penolakan rumah sakit ini sangat disesalkan karena hal ini membuktikan bahwa tidak hanya masyarakat, tetapi dokter dan perawat jyga masih melakukan stigmatisasi negative terhadap pederita AIDS. “ kasus penolakan rumah sakit itu terjadi pekan lalu. Dan rumah sakit yang menolak itu termasuk cukup besar baik negeri maupun swasta,”ujar Imam yang tidak mau menyebutkan identitas pasien dan rumah sakit yang dimaksud. Namun, menurut aktivis Forum LSM peduli AIDS Jabodetabek, Beni Hamidi, kepada SP di Jakarta, dua dari lima pengidap AIDS yang meninggal itu warga Jakarta Selatan, dan AM. Disebutkan JS yang menderita penyalit yaitu paru-paru ditolak RS SW seminggu lalu karena ketahuan yang bersangkutan mengidap AIDS. Karena tidak tertangani, JS akhirnya meninggal dunia dua hari kemudian. Sementara itu kata Beni pasien lainnya AM yang menderita jantung, sebenarnya sudah dirawat selama seminggu di RSJ HK. Namun setelah ketahuan bahwa AM mengidap AIDS, dia terpakasa keluar RS itu, tanpa alas an yang jelas, sehingga akhirnya AM meninggal. Menurut Mulyadi kasus semacam ini tidak terjadi kali ini saja tetapi sudah sering terjadi. Beliau mengatakan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, alas an penolakan setiap rumah sakit secara umum seragam yakni tidak adanya lagi tempat tidur untuk merawat pasien.
Serta Imam juga menyampaikan data perkembangan penderita AIDS dikota Jakarta mengalami pertumbuhan cepat. Jika pada tahun 2006, penderita AIDS mencapai 4000 orang, tetapi hanya dalam jangka waktu satu tahun saja jumlah melonjak mencapai 6600, dan jumlah ini sudah termasuk 100 bayi yang diidentifikasikan mengidap AIDS.