Mapanza’s Blog

Wah ada lagi acara baru dari UK-Mapanza yaitu Welcome Party (WP), yang diadain hari Sabtu tanggal 15 November 2008 kemarin, dimulai pukul 08.00 sampai 12.00 WIB, acara dibuka oleh ketua Mapanza kita, mas Ardi Bastian. Acara WP mengambil lokasi di Gazebo Student Center (SC), Kampus C UNAIR, dan dimeriahkan oleh 96 orang Mapanzers baru. Temen-temen tau gak sih, mas Henry bilang, peserta Open Recruitment (OR) kali ini merupakan peserta dengan jumlah terbanyak sepanjang sejarah UK-Mapanza.

Terus kenapa kok diadain WP? WP ini dilaksanakan bukan tanpa maksud, tapi punya tujuan untuk follow up OR dan diharapkan adanya output yang berupa aksi untuk memperingati hari AIDS sedunia. Materi yang disampein tentang pemantapan 6 divisi yang ada di Mapanza serta diskusi untuk aksi tanggal 30 November 2008 mendatang. Aksi ini dikoordinir oleh New Mapanzers angkatan 2008/2009. So, Ciayo buat temen-temen Mapanza yang baru, sukses ya!!

Lagi-lagi anak Mapanza, khususnya dari divisi penyuluhan, dapat kepercayaan untuk mengisi acara di SMA Semen Gresik pada hari Sabtu, tanggal 15 November 2008 yang lalu, dengan mengusung tema “Waspadai HIV/AIDS dan Free Sex demi Kemajuan Bangsa ke depan”. Benar-benar suatu kehormatan dan suatu kebanggan buat kita, karena di acara seminar itu, kita dipercaya untuk jadi pembicaranya, so nggak cuma jadi salah satu pengisi acara aja, seneng sekaligus nervous juga sih…berbanggalah kalian yang bisa ikut UK-Mapanza, tenang dijamin nggak bakal nyesel deh.

Usai membuka acara WP di gazebo kesekretariatan Kampus C, Pak Ketua Mapanza kita yang terhormat, Ardi Bastian, beserta tiga anak-anak dari divisi penyuluhan yaitu Arina, Evi, dan Ika berangkat ke Gresik, tepatnya menuju SMA Semen Gresik, pada pukul 08.30 WIB dengan mengendarai sepeda motor (pasti capek yah??). Acara seminar ini dimulai pukul 10.00 WIB, tapi nggak langsung diberikan materi but diawali dengan perkenalan alumni plus IKA SMA Semen Gresik. Baru setelah itu, pada pukul 10.30-12.00 WIB saatnya teman-teman Mapanza untuk beraksi.

Acara seminar ini diadakan di Bangsal SMA Semen Gresik dan diikuti oleh siswa kelas X dengan jumlah peserta 60 hingga 75 siswa, so nggak semua kelas bisa ikut berpartisipasi. Dalam acara seminar kali ini, karena kebetulan bersamaan dengan kunjungan dari teman-teman mahasiswa Teknik Kimia ITS. Sesuai dengan tema, maka materi yang disampaikan pada seminar ini juga mengenai HIV/AIDS oleh mas Ardi Bastian. Dari acara seminar kali ini diharapkan akan diperoleh output, yaitu berupa terbentuknya suatu komunitas siswa peduli penyalahgunaan NAPZA dan HIV/AIDS. Oh iya, untuk sekedar info bahwa acara seminar perdana kita di SMA Semen Gresik ini, merupakan langkah awal sekaligus memperkenalkan Mapanza UNAIR di luar area kita, untuk selanjutnya akan ada kerjasama antara SMA Semen Gresik dengan Mapanza UNAIR dalam rangka memberikan pendampingan kepada siswa-siswa di SMA Semen Gresik tersebut (Alhamdulillah, bener-bener nggak nyangka lho…).

Akhirnya usai sudah serangkaian acara seminar kali ini. Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar dan sukses abizzzz…… terus berjuang teman-temanku tercinta, semangat yah buat pendampingan ntar, semoga sukses, amin….. Eits, sebelum ditutup, mana nih oleh-oleh dari Gresiknya? (hehe…) Pokoknya keep fight aja deh buat all mapanzers, especially tim penyuluhan kita, ingat perjalanan kalian masih panjang, SEMANGAT TEMAN!!

Kasus penolakan rumah sakit terhadap pasien penderita AIDS dikota Jakarta kembali terjadi. Akibat penolakan tersebut maka lima penderita AIDS meninggal dunia, karena tidak adanya penanganan dengan cepat. Hal itu disampaikan Ketua Forum LSM Peduli AIDS Jabodetabek, Imam Mulyadi di Jakarta pada hari Jum’at 23 Mei 2008 terkait dengan acara malam renungan AIDS Nusantara yang diadakan pada tanggal 24 Mei 2008. Imam mengatakan bahwa kasus penolakan rumah sakit ini sangat disesalkan karena hal ini membuktikan bahwa tidak hanya masyarakat, tetapi dokter dan perawat jyga masih melakukan stigmatisasi negative terhadap pederita AIDS. “ kasus penolakan rumah sakit itu terjadi pekan lalu. Dan rumah sakit yang menolak itu termasuk cukup besar baik negeri maupun swasta,”ujar Imam yang tidak mau menyebutkan identitas pasien dan rumah sakit yang dimaksud. Namun, menurut aktivis Forum LSM peduli AIDS Jabodetabek, Beni Hamidi, kepada SP di Jakarta, dua dari lima pengidap AIDS yang meninggal itu warga Jakarta Selatan, dan AM. Disebutkan JS yang menderita penyalit yaitu paru-paru ditolak RS SW seminggu lalu karena ketahuan yang bersangkutan mengidap AIDS. Karena tidak tertangani, JS akhirnya meninggal dunia dua hari kemudian. Sementara itu kata Beni pasien lainnya AM yang menderita jantung, sebenarnya sudah dirawat selama seminggu di RSJ HK. Namun setelah ketahuan bahwa AM mengidap AIDS, dia terpakasa keluar RS itu, tanpa alas an yang jelas, sehingga akhirnya AM meninggal. Menurut Mulyadi kasus semacam ini tidak terjadi kali ini saja tetapi sudah sering terjadi. Beliau mengatakan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, alas an penolakan setiap rumah sakit secara umum seragam yakni tidak adanya lagi tempat tidur untuk merawat pasien.

Serta Imam juga menyampaikan data perkembangan penderita AIDS dikota Jakarta mengalami pertumbuhan cepat. Jika pada tahun 2006, penderita AIDS mencapai 4000 orang, tetapi hanya dalam jangka waktu satu tahun saja jumlah melonjak mencapai 6600, dan jumlah ini sudah termasuk 100 bayi yang diidentifikasikan mengidap AIDS.

1. HEROIN : pada pria akan terjadi penurunan kadar hormone testosterone. Dan menurunya gairah seksual, disfungsi ereksi dan hambatan ejakulasi. Sedangkan pada wanita, menurunnya dorongan seksual, kegagalan orgasme, terhambatnya menstruasi, gangguan kesuburan dan mengecilnya payudara. Adanya masalah social muncul karena pengaruh heroin yang menghabat fungsi hormone seks.

2. MARIJUANA : bahan yang diisap seperti rokok ini memiliki kandungan tar yang jauh lebih tinggi daripada rokok. Sehingga bagi pria akan berakibat mengecilnya ukuran testis dan menurunya kadar hormone testoteron. Juga akan berakibat pembesaran payudara, dorongan seksual menurun, disfungsi ereksi dan gangguan sperma. Sementara bagi wanita akan berpengaruh terjadinya gangguan sel telur, hambatan untuk hamil dan terhambatnya proses kelahiran disamping dorongan seksual yang menurun.

3. ECTASY : dapat melepaskan Neurotransmitter Dopamine didalam otak. Dopamine merupakan Neurotransmitter yang bersifat merangsang, termasuk prilaku seksual. Maka pengaruh meningkatnya Dopamine sebagai akibat pengaruh ecstasy dapat menyebabkan hilangnya kemampuan untuk mengontrol perilaku seksual, yaitu melakukan aktivitas seksual yang tidak mungkin dilakukan dalam keadaan normal.

4. DEPRESAN : lebih deikenal sebagai obat penenang yang akan menggangu metabolisme hormone testoteron jika digunakan secara berlebihan, yang mengakibatkan menurunnya dorongan seksual dan disfungsi ereksi pada pria. Sedangkan pada wanita akan menggangu menstruasi dan juga menurunnya dorongan seksual.

Informasi tentang penularan HIV/AIDS masih kurang dipahami oleh masyarakat. Ada mitos yang beredar bahwa air bisa menjadi media penularan. Banyak orang percaya berenang bersama ODHA bisa menularkan HIV/AIDS. Bagaimana kebenaran dari semua mitos yang beredar.

Nah sebenarnya, menurut berbagai literature dan penemuan ahli, HIV/AIDS hanya menular melalui media berupa darah, cairan sperma dan cairan vagina. Jadi salah jika ada mitos yang menyebutkan air menjadi media dalam penularan HIV/AIDS. Penularan HIV kedalam tubuh dapat melalui aliran darah, melalui luka, pembuluh darah, maupun melalui membrane mukosa (selaput lender).

Adapun beberapa kegiatan yang beresiko menularkan HIV/AIDS diantaranya adalah melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan pengaman dengan orang yang terinfeksi HIV/AIDS. Selain itu penggunaan jarum yang dapat menimbulkan luka yang tidak disterilkan bersama-sama dan sebelumnya telah dipakai oleh orang yang terinfeksi HIV/AIDS. Penularannya pun juga dapat terjadi dari ibu hamil kepada anaknya. HIV tidak dapat menular melalui kontak social, seperti berenang bersama penderita HIV/AIDS. Hal tersebut karena air bukan media yang dapat dimanfaatkan oleh virus untuk berkembang dan menular.

Resiko penularan HIV/AIDS ketika berenang bersama dengan penderita HIV/AIDS juga kecil. Namun yang patut diwaspadai adalah berhati-hati dengan luka yang kita derita karena virus HIV/AIDS dapat masuk ketubuh melalui luka. Jadi, asalkan kondisi tubuh kita baik-baik saja dan tidak ada luka, berenang bersama dengan penderita HIV/AIDS tidak akan menularkan HIV/AIDS.

Display yang diadain pada tanggal 29 Agustus 2008 yang bertempat di auditorium diikuti oleh seluruh UKM di Unair. Display kali ini mapanza mengambil tema adalah Gothic, dengan background serba hitam dan dresscode panitia hitam. Disini mapanza mendapatkan juara pertama karena adanya dekorasi standnya yang bagus. Dan banyak banget maba yang datang ke stand kami hingga melakukan registrasi PUKM yaitu sekita 300 maba.

Unsur-unsur yang menarik dari stand kami adalah tokoh yang menggunakan kostum kondom serta berbagai candi-candinya hingga pemutaran video dari kegiatan mapanza mengenai narkoba.

Untuk mengenang banyaknya ODHA yang telah meninggal dunia. Mapanza mengadakan Malam Renungan AIDS Nusantara di GSG kampus B pada tanggal 22 Mei 2008. Acara ini dihadiri oleh berbagai undangan dari UKM, BEM Fakultas, BEM KM, Sebaya, dan tentunya para Mapanzer’s. ada theatrical yang mengisahkan kehidupan positif. Hal yang paling seru adalah ketika acara sharing dengan para ODHA, disini kita bisa mengetahui bagaimana ODHA mulai terjerumus narkotika, dan bagaimana dia bangkit untuk meninggalkan dunia narkotika dan akhirnya terkena HIV/AIDS, hingga bagaimana mereka menjalani hidupnya. Satu pesan yang dihasilkan dari acara ini yaitu “ Jauhi Virusnya, bukan Orangnya”. Hingga acara ini ditutup dengan puncak renungan yang membawa kita untuk mengetahui dan kita memberikan kepada dunia “ NO STIGMA to ODHA “.